Saturday, July 14, 2012

Sebuah Rindu - Nukilan AqilahMerah

Duduk berseorang , Tak mau di kawan . Bukan tak nak senang, Cuma mau tenang. Malam menyusul, Buat aku tersasul, Satu bayang menyusul, Ingat dikau yang usul. Sebuah rindu membelenggu, Hati ini sedang berlagu, Tiada tempat menggadu. Sebuah puisi tercoret indah, Hanya untuk luahan bermadah. Di setiap menungku, Dikau muncol.
Sebuah nada rindu di cari, Berharap orang yang di rindu kemari. Namun semuanya anggan, Dalam diam ku cuma berangan. Berharap dia di sebelah , Buat hati ini berulah. Malam yang dingin, Buat aku teringin, Teringin dikau dakapi. Walau dalam ilusi, Akan ku hargai. Kerna rindu buat ku berfantasi, Kerna rindu buat ku sangsi, Sangsi di setiap imajinasi ku.
Malam semakin hilang, Rindu takkan hilang. Walaupun merindui dalam derita, Namun hati tetap cinta. Mungkin sebuah rindu tak punya titik noktah, Dan tak penah sudah. Mungkin puisi ini, Puisi ini dapat mengungkap rindu, Rindu ku padanya. Puisi rindu ku ciptakan, Hanya untuk si dia, Walau ia nya tak bernada , Namun ia punyai makna .

No comments:

Post a Comment